Deklarasi koalisi kekeluargaan tempo hari persis seperti kumpulan anak-anak alay zaman sekarang.Mereka terlalu bersemangat sampai level ngaceng berlebihan.Semangat kebencian terhadap Ahok yang membuat mereka harus membentuk boy band kekeluargaan walau belum ada restu dari orang tua.Tujuannya hanya satu "Yang penting bukan Ahok".
Belum juga boy band tersebut mengadakan pentas,sekarang harus rela kehilangan satu anggotanya.Emak telah menginstruksikan anaknya agar tidak bergabung dengan boy band tersebut yang kerjaannya hanya ngaceng sepanjang hari.Emak tidak ingin gara-gara ulah anaknya,keluarga besarnya tidak lagi dilirik dan kehilangan suara di 2019 nanti.Itulah naluri seorang emak,Susah diprediksi seperti halnya ketika mereka naik motor matic,mau belok kiri tetapi kasih lampu send kekanan.Jadi turuti saja kemauan emak jangan ada yang coba2 melawan,nanti bisa kwalat kalian.Terimakasih emak sudah menyadarkan mereka.
Beda emak beda bapak,Kalau bapak sepertinya merestui semangat ngaceng anak-anaknya untuk terus maju bersama boy band kekeluargaan hingga pentas nanti digelar.Sepertinya bapak tidak peduli lagi dengan keluarga besarnya.Kekalahan tempo hari telah membentuk anak-anak bapak menjadi pribadi-pribadi yang suka mencari kambing berbulu hitam untuk jadi tempat pelampiasan.Yang saya heran kenapa anak-anaknya lebih senang kepada kambing,padahal bapaknya punya banyak kuda.
Kecintaan anak-anak bapak terhadap kambing hitam telah mempengaruhi salah satu anak emak hingga berinisiatif untuk membedaki kambing dijadikan calon pemimpin bersaing melawan Ahok.Mungkin dari situ akhirnya emak mengambil keputusan agar anak-anak nya terhindar dari ngaceng berkepanjangan terhadap kambing.Emak lebih ngerti jangan sampai anak-anaknya mempunyai semangat ngaceng yang menyimpang.Mereka di didik dan diarahkan agar ngaceng tersebut bermanfaat buat bangsa dan negara.Kalau bapak sepertinya sudah tidak tau harus dikemanakan ngaceng itu,karena selama ini bapak sudah lupa apa itu ngaceng.
Bapak ini sebenarnya orang baik,tetapi karena ulah anak-anaknya yang kepo,rakyat jadi kurang bersimpati dengan bapak.Mungkin kedepanya bapak harus lebih selektif dalam mengadopsi anak.Jangan sampai mengambil dan mengasuh anak asal - asalan lagi.Saya kadang juga sedih ketika melihat bapak membuka tirai isinya selalu Zonk.Yang lebih saya khawatirkan jangan-jangan bapak sudah dipolitisasi oleh anak-anak bapak sendiri.Di sengaja dibalik tirai sana diisi Zonk semua.
Usul saya buat bapak sekali kali coba buka yang dibalik jendela sana pasti ada isinya.Walau isinya hanya fitnah dan kebencian,minimal bisa menghibur dari pada tiap dibuka isinya Zonk.
Baca Juga : Bukti Kesaktian Ahok

Tidak ada komentar:
Write komentar