Artikel Pilihan

Cari Blog Ini

JADILAH PENONTON BUDIMAN

jadilah penonton budiman

Ambruknya JPO dipasar minggu menjadi ajang untuk melemahkan Pasangan Ahok dan Jarot.Anis baswedan ibarat penonton sepak bola adalah penonton yang merasa lebih ahli dari pemainnya itu sendiri.Ketika gawang kebobolan ia menyalahkan dan memaki maki team kesebelasan favoritnya.Bahkan sampai membanting TV yang tidak tau apa-apa. "Sialan, Team bang**T giliran dipegang kebobolan terus.Harusnya tadi dibuang aja biar cornel,dasar Bek To**L".
Sudah menjadi sifat dasar manusia yang egois,merasa lebih pintar dan lebih ahli ketika melihat orang lain gagal menurut versinya sendiri.Merasa dia yang lebih mampu apabila dia yang berada disitu dan menjalankan tugas itu.
Opini yang dibentuk anis baswedan dalam menyikapi peristiwa ambruknya JPO dipasar minggu dengan menyalahkan Ahok dan jajarannya,Telah membuktikan bahwa para elit politik dinegri ini masih mengedepankan dan mementingkan mencari kambing yang berbulu hitam dari pada mencari solusi kemudian duduk bersama-sama untuk menyelesaikannya.
Para elit politik lebih senang mengumbar omongannya kepublik ketika menemukan kambing hitam.Dan berharap supaya masyarakat tau bahwa dirinya lah yang paling bener dan kamu salah (iya kamu yg baca ini salah termasuk saya yg nulis).Tetapi Mereka menyimpan rapat2 ketika membahas penggunaan uang anggaran supaya rakyat sebagai tuannya tidak tau bahkan kalau perlu malaikat dan Tuhan pun tidak boleh tau.Supaya anggarannya bisa dibuat bancakan dan kita sebagai masyarakat hanya diberi wujud nyata pembangunan yang mangkrak berhenti ditengah jalan.Hanya diera Jokowi dan Ahok saja yang berani mengumbar penggunaan uang anggaran kepublik supaya tau penggunaannya bahkan sampai rumput yang bergoyangpun tau.
Jokowi dan Ahok adalah pondasi dasar awal dari kemajuan Indonesia dan Sebagai tolak ukur pemimpin yang baik dinegri ini.Dan Cak lontong adalah tolak ukur kecerdasan rakyat bangsa Indonesia.Ketika masyarakat luas sudah mampu memahami kemana arah bahasa cak lontong dalam melawak maka msyarakat indonesia sudah layak dianggap cerdas semua.Hanya tinggal Jonru beserta pengikutnya yang masih bo**h dan setia menemani pimpinannya dalam memandikan kuda.
Mari kawan semua, kita sebagai rakyat harus bisa selalu berfikir positif terhadap siapa saja.Jadilah penonton yang budiman.Baca semua informasi2 yang tersaji walaupun informasi itu berasal dari setan.Jangan kita menjadi manusia2 munafik yang merasa diri paling benar.Jadikan informasi sebagai bekal untuk mendewasakan pribadi kita dengan mengolahnya terlebih dahulu menggunakan akal dan hati nurani.
Masih banyak masyarakat yang gagal paham terutama ketika hanya melihat postingan gambar dan judul di medsos yang tidak sesuai dengan prinsipnya tanpa mau membaca isinya.Kemudian sudah bisa menyimpulkan dan berani memberi stempel dengan komentar2 negatifnya.Itu namanya egois bukan demokrasi.
Buang egoismu masuk dan selami lebih dalam kemudian temukan mutiaranya,maka engkau akan tau bahwa kebenaran akan muncul setelah kita mau berusaha mencarinya.
" Sudarko!!! Ayo kerja jangan main FB terus,Kamu lihat itu pasangan plafonmu salah tidak sesuai permintaan owner".
"Ya pak mandor sabar,saya pasangnya sudah sesuai mengikuti gambar lho,kalau ada perubahan gambar kenapa sebelumnya pak mandor tidak kasih tau saya."
"Ahh kamu memang tukang yg tidak becus,banyak alasan,kamu kan bisa tanya owner dulu sebelum di pasang!!"
" he he he..pak mandor,bagaimana kalau sekarang kita gantian bapak jadi saya dan saya jadi bapak,Supaya saya bisa tanya owner, sebenarnya kowe iki mandor opo team sar,dateng keproyek kok kalau pas di tlp owner doang".

Team Tujuh

Tidak ada komentar:
Write komentar

Interested for our works and services?
Get more of our update !